Berbicara tentang Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) ini mempunyai 2 pilihan, yaitu KPR Konvensional dan KPR Syariah. KPR Konvensional adalah prinsip pinjam meminjam dengan bunga sebagai variabelnya, sedangkan KPR Syariah yaitu berupa pembiayaan dalam jangka waktu pende,menengah,panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal yang baru ataupun bekas dengan prinsip akad murabahah atau yang lainya. Sebagai bahan pertimbangan saya akan menjelaskan perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah :

1. Akad Beli Rumah
KPR Syariah ini menggunakan prinsip akad murabahah, akad murabahah merupakan akad jual beli antara bank dan nasabah dengan harga pokok dan keuntungan margin yang telah disepakati antara kedua belah pihak. Contoh harga rumah sebesar 400 juta ditambah margin dari bank syariah sebesar 100 juta, maka anda harus membayar lunas sebesar 500 juta dikurangi DP (uang muka). Sedangkan KPR Konvensional menggunakan prinsip transaksi jual beli dengan syarat dan ketentuan yang diberikan pihak bank.
2. Suku Bunga
Untuk suku bunga KPR Syariah tidak dikenakan bunga sehingga angsuran pertama sampai pelunasan angsuran berjumlah tetap tidak bertambah, sedangkan KPR Konvensional dikenakan bunga angsuran yang sesuai dengan suku bunga saat itu juga. Semisal suku bunga angsuran pertama sebesar 2 juta akan bertambah terus menerus di tahun berikutnya sampai dengan pelunasan angsuran.
3. Jangka Waktu Kredit
Bank Konvesional umunya memberikan jangka waktu KPR lebih panjang dibandingkan bank syariah, bank syariah biasanya memberikan jangka waktu 10 sampai 15 tahun. Kalau bank konvensional biasanya memberikan jangka waktu kredit mencapai 25 tahun.
4. Denda atau Sanksi
Bank konvensional akan mengenakan denda kepada nasabah yang menunggak disaat pembayaran KPR, sedangkan bank syariah tidak akan mengenakan denda kalau nasabah telat membayar angsuran KPR.
5. Angsuran Bulanan
Perbandingan angsuran KPR Konvensional dan syariah ini lebih ringan jika melewati kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV). Pasalnya kebijakan ini memungkinkan pembeli untuk membayar DP lebih rendah daripada DP pada umumnya, simulasi KPR ini menggunakan kalkulator bank BTN dengan DP 0%. Misalnya harga rumah 250 juta dengan jangka waktu 15 tahun, maka angsuran hanya Rp 2.520.539/bulan. Perhitungan ini menggunakan bunga fixed sebesar 8% per tahun, tapi jika menggunakan kalkulator bank syariah untuk harga rumah dan jangka waktu kredit yang sama akan mendapatkan angsuran Rp 4.766.267/bulan dengan menggunakan margin sebesar 14% akad murabahah. Angsuran KPR syariah dengan akad murabahah memang menggunakan margin yang tinggi sejak awal, tapi sifat margin ini menggunakan flat dan jangka waktu pembayaran angsuran hingga lunas. Sedangkan bank konvensional memberikan bunga flat rendah dalam jangka waktu tertentu dan setelahnya mengikuti pergerakan pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Powered by